Home Blog

AL-FATIHAH Keistimewaan dan Khasiatnya

0
Pengantar Penulis

Satu hari Gus  Nanal  Ainal  Fauz  memposting  satu  buku  tentang Hikam  Imam  Ar-Rifai  Al-Husaini  (w.  578  H/1182  M)  ia  jual,  saya  beli. Ketika  saya  baca  ternyata  di  dalam  kitab  itu  Imam  Ar-Rifai  menulis  satu bab  tentang  Asror  Surat  Al-Fatihah  (Rahasia-rahasia  surat  Al-Fatihah). Beberapa   kalamnya   saya   kutip   dan   saya  unggah   di   status   FB.   Tak disangka  banyak  yang  komentar  dan  mengucapkan  qobiltu.  Pasalnya,  saya memberikan   amalan   membaca   Al-Fatihah   100x   setelah  maghrib   yang khasiatnya  menurut  Imam  Ar-Rifai  untuk  bisa  membayar  hutang.  Lantas saya   tambahi   untuk   lebih   jos   tambahi   juga   membaca   100x   Shalawat Nariyah,   dibaca   antara   maghrib   dan   isya   (al-isya’ain).   Saya   katakan amalan  ini  mujarrab  sembari  saya  ijazahkan  amalan  tersebut  dari  Abi,  KH. M.   Zainal   Arifin  Hasfan   dan   Imam   Ar-Rifai   yang   beliau   dapat   dari pamannya,  Syekh  Bazullah,  bagi  yang  mau mengamalkannya.

Di  antara  netizen  ada  beberapa  yang  minta  agar  teks  arab  tentang khasiat  surat  Al-Fatihah  tersebut  disusun  seperti  buku  Shalawat  Nariyah, yang  pernah  alfaqir  tulis.  Alfaqir  hanya  bisa  mengatakan  “insya  Allah  akan kami   susun   buku   kecil  sederhana   tentang   itu,   mohon   doa   dan bimbingannya”.

Alhamdulillah  berkat  maunah  dan  taufiq  dari  Allah  akhirnya  buku kecil  ini  bisa  hadir  berkat  doa  dan  bantuan  banyak  pihak.  Semoga  Allah membalas   kebaikan  mereka   semua   dengan   sebaik-baik   balasan.   Dan semoga   buku   kecil   ini  bermanfaat   untuk   umat.   Saran   dan   kritik   yang membangun  selalu  penulis  nantikan.

 

Perpustakaan  Masjidil  Haram  Mekah,  26/12/23

Bacaan Praktis Do’a Dalam Sholat (Menurut Hadits dan Pendapat Ulama Syafi’iyyah)

0

Bacaan Praktis Do’a Dalam Sholat (Menurut Hadits dan Pendapat Ulama Syafi’iyyah)


© Amna Yusra, Lc, 2024
All Right Reserved
64 halaman, 10.5 x 15 cm
Cetakan I : 2024
Penulis:
Amna Yusra, Lc
Tata Letak:
Linkmed Pro Jogja
Desain Cover:
ãmannãteam


Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian
atau seluruh isi buku ini dengan cara apapun,
tanpa izin tertulis dari penerbit


Diterbitkan oleh:
Lumiere Maghribi Publishing
Jl. Anggaran Rt. 02/03 No. 82
Karang Tengah-Kota Tangerang 15157
Telp: 0859-6050-1619
Email: maghribipublishing@gmail.com
www.lumieremaghribipublishing.com
Bekerjasama dengan:
Syari’ah Center Al-Hidayah & ãmannã foundation

Harga Rp. 50.000

Imam Abdullah bin Shiddiq Al-Ghumari Sang Mentari Barat Islam

0

Terjemah Kitab Sabilu At-Taufiq Fi Tarjamati Abdillah Bin Shiddiq

Pengantar Penerjemah

حمدا وشكرا لله تعالى صلاة وسلاما على سيدنا محمد رسول الله

وعلى آله وصحبه ومن والاه، وبعد:

Seusai majelis di Zawiyah Shiddiqiyah Induk di kota Tangier, seperti biasanya Maulana Syarif Abdul Mun’im akan meluangkan waktu duduk sembari menanti waktu shalat ‘Isya. Saya sering mengambil kesempatan untuk bertanya berbagai hal ilmiah kepada beliau, bahkan terkadang kitab atau risalah tipis saya khatamkan kepada beliau di waktu antara Maghrib dan ‘Isya tersebut. Kami sama menyandar di dinding dekat pintu mimbar khutbah dan bercerita tentang Sidi Abdullah Al-Ghumari, lalu beliau menoleh ke saya dan berkata sambil tersenyum “Tanggung jawab kamu mengenalkan beliau, terjemahkan buku Sabilu at-Taufiq!, itu bagian kamu anggaplah sebagai tanda bakti kepadanya”. Begitu lebih kurang mafhum dari ucapan beliau yang masih terngiang di telinga saya sampai saat ini.

Ucapan tersebut membekas di hati dan menjadi sebuah motivasi untuk segera merampungkan terjemahan kitab tersebut di sela-sela waktu studi. Terjemahan ini selesai pada tahun 2022 lalu dan sempat terlupakan karena kesibukan di kampus. Ada kisah menarik beberapa bulan yang lalu tepatnya 10 sampai 19 September 2023, Yayasan Tabung Wakaf Umat (YTWU) yang dibina oleh Syaikh Prof. Dr. Abdul Shomad Lc, MA. seorang Da’i Asia Tenggara mengundang Maulana Syarif Al-Ghumari ke Riau untuk mengisi Daurah Kitab Shahih Bukhari yang bertempat di Pesantren Nurul Azhar I Pekan Baru. Daurah mulia ini dihadiri oleh guru-guru dari 50 pesantren yang tersebar di berbagai kota dan provinsi di Indonesia. Lebih kurang 78 jam dalam 62 majelis yang penuh berkah ribuan hadits Shahih Bukhari sempurna dikhatamkan bersama beliau. “Banyak yang membaca kitab ini kepada saya namun tidak pernah ada yang khatam sempurna, kecuali kali ini” ungkap beliau saat saya tanya di sela-sela istirahatnya. Suatu kemuliaan besar bahwa majelis Shahih Bukhari jalur Sadah Ghumariyyah ini adalah majelis khataman pertama bersama beliau di dunia Islam.

Setelah daurah di Riau kegiatan ilmiah dan dakwah Maulana Syarif berlanjut ke Sumatera Utara, tepatnya di Besilam-Babussalam Langkat. Beliau mengisi acara Maulid Akbar di Pondok Pesantren Salafiyah Azzuhroh binaan Allahyarham Tuan Syaikh H. Madyan Abd. Djalil menantu Maulana Syaikh Abdul Wahab Rokan Khalidi Naqsyabandi. Lalu bertemu Tuan Syaikh Dr. Zikmal Fuad Muhammad, MA., Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di Babussalam. Sebelum beranjak ke kota Medan beliau berziarah ke makam waliyullah alam melayu Maulana Syaikh Abdul Wahab Rokan Khalidi Naqsyabandi, qaddasallah sirrahu.

Kegiatan beliau berlanjut mengisi maulid agung di Aula Raja Inal Siregar Medan yang dihadiri hampir 500 peserta. Pada malamnya saat di Hotel City Hall-Medan beliau Kembali mengingatkan saya perihal terjemahan ini dan minta agar segera diterbitkan sembari memberikan dana dalam mata uang dollar, ini menunjukkan keseriusan beliau terhadap penerbitan buku ini.

Dalam kata pengantar yang singkat ini saya ingin menyampaikan betapa bersyukurnya saya atas penerbitan terjemahan ini. Tak lupa saya ucap terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu memudahkan segala pengurusan penerbitan, khususnya senior kami Sidi Dr. Alvian Iqbal Zahasfan MA., alumni doktor di Darul Hadits Hasaniah-Maroko, yang sudah memberikan jalan untuk penerbitan buku ini di Indonesia.

Demikian, semoga terjemahan ini menjadi wasilah bagi semua kalangan untuk mengenal sosok Imam Daratan Maghribi Mahaguru dari Ulama Islam abad ini.

Wassalam

Shufi Amri Tambusey At-Thanji

23 November 2023 Universitas Islam Internasional Malaysia-Gombak, Malaysia             

SHALAWAT NARIYAH Sejarah dan Khasiatnya

0

Mukadimah Penulis

Segala puji teruntuk Allah, Tuhan semesta alam. Teriring shalawat serta salam teruntuk Baginda Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya serta semua makhluk yang mencintainya sampai hari kiamat. Amma ba’du;

Buku di hadapan pembaca ini merupakan buku sederhana, kalau istilah Kyai Ma’ruf Khozin disebut buku receh, karena memang penulisnya sekedar mengumpulkan pendapat-pendapat ulama seputar tawassul antara yang membolehkan dan yang tidak membolehkan. Meskipun penulis sendiri cenderung kepada yang membolehkan baik tawassul melalui Asmaul Husna, amal shalih maupun orang-orang yang dicintai Allah (alanbiya’ wal auliya’). Walaupun buku ini buku receh, tapi terkadang orang kebingungan mencari uang recehan untuk mengembalikan uang-uang lembaran besar saat transaksi jual beli. Semoga buku ini dapat menutupi kembalian tersebut.

Ada  dua  sebab  mengapa  penulis  menulis  buku  ini;  Pertama,  suatu  saat  kyai kampung yang tak kampungan, guru pertama penulis, orang pertama yang mengajarkannya alif-ba’-ta’, sosok yang memperkenalkannya siapa Tuhan yang harus disembahnya dan Rasul yang mesti dicintainya, ialah dia bapak penulis, Abi Ust. Drs. H. Zainal Arifin Hasfan bertanya kepadanya di atas motor seputar shalawat nariyah. Beliau mulai terusik dengan golongan Wahabi yang mulai tumbuh agresif di kota Jember, menyalah-nyalahkan amaliah-amaliah umat Islam Nusantara, di antaranya shalawat nariyah, pasalnya menurut mereka shalawat nariyah mengandung kemusyrikan karena meminta kepada Rasulullah bukan kepada Allah. Dengan singkat penulis meyakinkan Abinya bahwa shalawat tersebut tidak mengandung kemusyrikan hasya wa kalla hanya saja mereka Wahabis mengklaim tawassul dengan Rasulullah itu sebagai kemusyrikan, padahal sejatinya tidak seperti itu.

Sebab  kedua,  beberapa  tahun  lalu  di  lama  Facebook,  kawan  penulis  yang terhormat lora Muhammad Al-Faiz memposting status terkait khilafiyah pengarang shalawat nariyah, dan ia mengetag penulis terkait hal tersebut. Apa alasan dia mengetag penulis? Mungkin penulis dianggap mempunyai pengetahuan terkait siapa pengarang tersebut mengingat ia sedang tinggal di bumi maghribi (Maroko) sejak 2010 menimba ilmu di sana sampai datangnya pandemi Covid 19/Corona.

Dari kedua sebab di atas penulis tergerak untuk meneliti dan menguri-nguri siapa sebenarnya pengarang shalawat nariyah? Mulailah penulis meneliti buku-buku dan mewancarai  masyayikh  maghoribah,  dan  alhamdulillah  penelitian  tersebut membuahkan hasil buku receh ini. Sebagian diangkat dari status-status FB penulis yang diposting berkala setiap kali ia menemukan data-data baru terkait shalawat nariyah; seperti manuskrip shalawat nariyah, syarahnya, polemiknya, sanad ijazah, pengalaman pengamalnya dan lain-lain.

Penulis haturkan banyak-banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu lahirnya buku ini ke dunia nyata, khususnya Kyai Idrus Ramli yang telah mengizinkan syarah shalawat nariyahnya penulis adopsi, Kyai Ma’ruf Khozin yang telah berkenan mengeditnya, dan kepada semua guru-guru penulis yang berkenan membaca, memberi masukan dan kata sambutan. Wabil khusus untuk Pak Ahmad Siddiki yang telah mengantarkan  penulis  napak  tilas  dan  penelitian  ke  Taza,  kota  di  mana  dilahirkan pengarang shalawat nariyah.

Tidak lupa penulis haturkan Pak Rektor INAFAIS Jember, Gus Rijal Mumazziq Z. yang sebelumnya telah berkenan menerbitkan buku ini sampai ke cetakan ke-4 di penerbitannya, Imtiyaz. Kini buku ini penulis terbitkan sendiri di penerbit Maghribi Publishing dengan cover baru dan revisi yang bermanfaat, seperti ada tambahan kata sambutan dari Habin Jindan bin Novel, nama-nama Shalawat Nariyah dll. Semoga Allah membalas kebaikan mereka semua dengan sebaik-baik balasan.

Semoga  Allah  mejadikan  buku  receh  ini  ikhlas  karenaNya,  ada  manfaatnya, pengundang datangnya rahmat dan ridhaNya sejak detik ini hingga hari di mana tidak ada yang lebih indah lagi kecuali melihat wajah-Nya Ya Rabbi dan berkumpul dengan Kekasih-Nya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Tidak lupa saran dan kritikan  yang  konstruktif  selalu  penulis  nantikan  untuk  perbaikan  ilmiyah  kedepan. Jazakumullah khoiro, matur suwun, hatur nuhun, mator sakalangkong.

Akhirul kalam, wassalamu ‘alaikum wr. wb.

hamba yang hina,

alvian iqbal zahasfan Ciputat, 3 Okt 2022/7 Rabi’ul Awal 144

TASAWUF TRANSFORMATIF Rahasia Para Wali Mendapatkan Karomah

0

Mukadimah Penulis

 بسم الله الرحمن الرحيم

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِ اْلمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ:

Pembaca yang budiman, dulu (2005-2009) waktu penulis mesantren di Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus Sunnah yang dipimpin oleh Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub MA, penulis terpacu dan terpicu untuk menulis gegara lingkungan di sana yang rerata teman dan senior jago-jago nulis, ada yang punya buku, ada juga yang artikel-artikelnya acap kali dimuat di koran-koran nasional.

Penulis ingin seperti mereka, karena di samping dapat honor, juga dapat sharing ilmu dengan ribuan pembaca, yang tak kalah penting juga kalau tulisan kita dimuat berarti tulisan kita dinilai laik dan bagus, baik bagus secara pilihan diksinya, gaya bahasa, standar, gaya penulisan, maupun bagus secara kontennya.

Oleh karena itu penulis mulai ikutan menulis artikel HIKMAH. Dikirim via email ke koran REPUBLIKA. Pertama kali kirim tidak dimuat. Kirim lagi, dan lagi tidak juga dimuat. Pantang menyerah dan putus asa. Penulis mencoba memperbaiki kekurangan dengan konsep ATM (Amati, Tiru, Modifikasi), penulis amati artikel-artikel yang dimuat Republika, penulis tiru gaya bahasa dan penulisannya lalu penulis modifikasi sesuai konten dan gaya penulisan khas penulis. Finally dimuat juga artikel penulis di kolom HIKMAH Republika. Senang sekali, sujud syukur kepada Allah. Akhirnya pecah telur.

Meskipun demikian, setelah rutin menulis lagi dan kirim lagi, kadang tidak dimuat lagi. Syukur penulis mempunyai Pak Kyai yang rajin menulis artikel dan opini di koran dan rajin menulis buku. Beliau pernah berpesan empat mata kepada penulis saat sowan (bertamu) ke kediamannya agar penulis jangan berhenti menulis di koran. Nasehat dan wasiat beliau terus terngiang di alam sadar dan tak sadar penulis. Itulah motivasi literasi terbaik beliau untuk penulis dan untuk santri-santri beliau yang terbilang sukses menjadi penulis-penulis buku yang bermanfaat dalam berbagai bidang khususnya ilmu hadis, sebut saja seperti Dr. KH. M. Syarif Hidayatullah, Dr. Ahmad Ubaydi Hasbillah, Dr. Usman Sya’roni, Dr. KH. Mahfudz Hidayat, Dr. KH. Nurul Huda Maarif, Fajar Kurnianto Lc, Juman Rofarif Lc. dan lain-lain.

***

Para pembaca yang budiman yang diberkati Allah. Buku ini terbit karena keinginan penulis agar artikel-artikelnya yang pernah dikirim ke koran nasional REPUBLIKA dapat dibaca, diresapi dan diamalkan orang banyak, tidak hanya mengendap di laptop.

Keinginan tersebut menguat ketika penulis mendengar bahwa per 31 Desember 2022 koran kebanggaan umat ini berhenti terbit dan bermigrasi ke versi digital per 1 Januari 2023. Sedih dan pilu ditinggal koran yang menjadi wadah dan media literasi dan informasi bagi para pembaca plus penulis setianya.

Rubrik favorit para pembaca koran REPUBLIKA sepertinya rubrik HIKMAH rubrik yang kontennya terkait nasehat islami dari para pembaca dengan jumlah tujuh hingga dua belas paragraf. Konten yang sangat diminati para pembaca dan penulis karena sifatnya yang singkat dan padat, berisi dalil naqli dan aqli, terkadang berisi sirah nabawiyah, kisah-kisah Sahabat Nabi, para ulama dan cendekiawan yang inspiratif, juga kalam para bijak bestari terkait solusi hidup dan kehidupan.

Jadi buku ini memuat tulisan-tulisan penulis yang pernah dikirim ke koran REPUBLIKA baik yang dimuat maupun yang tidak dimuat, semuanya di rubrik Hikmah kecuali satu artikel di rubrik Opini. Penulis awalnya pesimis menerbitkan ontologi ini, inginnya 40an tulisan di buku ini adalah artikel yang dimuat semua oleh REPUBLIKA. Tapi hati kecil penulis berkata, “Sampai kapan buku akan terbit jika menunggu sampai 40 artikel yang dimuat REPUBLIKA?! Artikelmu tidak dimuat itu bukan tidak bagus, boleh jadi karena pertimbangan lain, seperti faktor giliran, kan nggak mungkin setiap hari artikel antum terus yang dimuat sementara pengirim rubrik HIKMAH seperti dirimu juga banyak, bisa sampai puluhan bahkan ratusan barangkali setiap harinya yang mengirim artikel serupa”.

Penulis kemudian disadarkan pada satu hari mengirim artikel bertajuk “Moderasi Kehidupan” ternyata yang dimuat besoknya adalah tema yang serupa yang dimuat oleh senior penulis di Pesantren Darus Sunnah, yaitu Kang Fajar Kurnianto Lc. yang berjudul “Hidup Seimbang” (8/6/2022) yang isinya tak jauh beda dengan artikel penulis hanya saja redaktur Republika mungkin menilai tulisan Kang Fajar lebih bagus. Dan memang lebih bagus, maklum saja beliau memang master dalam dunia tulis-menulis wabilkhusus rubrik Hikmah koran REPUBLIKA, mungkin sudah ratusan artikelnya yang dimuat sejak beliau kuliah sembari nyantri di Darus Sunnah sampai koran ini hijrah ke versi digital. Dan sudah diterbitkan oleh Penerbit Republika dan Quanta kalau tidak salah.

Jika ditanya mengapa penulis memilih judul “Tasawuf Transformatif: Rahasia Para Wali Mendapatkan Karomah” untuk buku ontologi ini? Jawabannya karena kompilasi artikel tersebut berisi nasehat dan hikmah religius yang jika dibaca, dipahami, diresapi dan diamalkan, seseorang diharapkan akan menjadi waliyullah yaitu orang yang dicintai Allah dan diberi karomah.

Penulis ucapkan terima kasih kepada penerbit Maghribi Publishing atas perkenannya menerbitkan buku ini. Terima kasih tak terhingga untuk Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar atas kesediaannya memberikan Prolog untuk buku sederhana ini. Terima kasih seagung-agungnya juga penulis haturkan kepada Founder ESQ, Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian yang berkenan memberikan kata pengantar. Sebagaimana penulis haturkan terima kasih banyak untuk pamanda dan mentor penulis dalam dunia tulis menulis, Dr. Mohamad Ali Hisyam yang berkenan memberikan kata sambutan. Tak lupa kami ucapkan terima kasih untuk senior penulis dalam dunia literasi dan kolom HIKMAH, yaitu Fajar Kurnianto Lc. yang berkenan mengedit dan memberikan epilog untuk buku sederhana ini. Semoga Allah membalas kebaikan mereka semuanya dengan sebaik-baik balasan. Khususon Al-Fatihah dan terima kasih untuk Gurunda penulis Alm. Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub yang telah memotivasi penulis agar tak jemu menulis di rubrik Hikmah ini.

Terima kasih juga penulis haturkan kepada semua pihak yang berjasa atas terbitnya buku ini, keluarga, orang tua yang telah pulang ke rahmat Allah, mertua, guru-guru, saudara/i dan kawan-kawan penulis semuanya tanpa pengecualian.

Selamat membaca wahai para pembaca yang diberkati Allah, tanpa Anda, buku ini tak akan berarti dan berharga, karena memang buku ini hadir untuk Anda baca dan amalkan. Terima kasih, penulis tunggu saran, kritik dan sambung silaturrahimnya di zahasfan.alvianiqbal@gmail.com, FB: Alvian Iqbal Zahasfan, IG: @alvianiqbalzahasfan, Youtube: Dr. AIZ Official.

Jakarta, Selasa 28 Maret 2023/7 Ramadhan 1444 H.